Cerita 19 – Bermula Dari Keisenganku Untuk Berselingkuh

Cerita19.com – setelah sebelumnya ada kisah Menikmati Kemolekan Tubuh Adik Sepupu Istriku, kini ada cerita Bermula Dari Keisenganku Untuk Berselingkuh. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan terbaru cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks ngentot.

Bermula Dari Keisenganku Untuk Berselingkuh

Singkat cerita perselingkuhan kami karena sering berhubungan lewat telpon. aku terus terang tentang statusku yang sudah beristri tapi tampaknya tidak masalah bagi dia, katanya banyak berteman banyak berkahnya. tapi aku memintanya untuk menghubungiku hanya siang dengan alasan takut istriku salah sangka. hubungan kami terus makin akrab walau hanya lewat telpon. ada perasaan romantis setiap kali berbicara ditelpon dengan Reni.

Reni orangnya enak diajak ngobrol apapun pasti nyambung. Reni pun tampaknya menikmati perhatianku. walau tinggalnya tidak terlalu jauh, aku biasa mengiriminya kartu pos yang isinya seringkali memuji suaranya, bibirnya atau alisnya yang tebal atau yang isinya berupa ucapan terimakasih atas persahabatan unik kami. melihat tanggapan Reni yang hangat, aku yang mulanya iseng mulai berpikir kenapa aku tidak jadikan dia selingkuhanku.

3 bulan setelah pertemuan pertama, aku mengajaknya ketemuan. kami janji bertemu di sebuah mall di daerah cijantung. rabu sore aku duduk di mcD menunggu Reni, jam 17.45 gadis itu muncul. blue jeans ketat membentuk pinggul, pantat dan pahanya. dan t-shirt ketat bertulis merk motor jepang membungkus tubuhnya. buah dadanya terlihat sedang. padahal yang paling aku kagumi dari wanita adalah buah dada yang besar menantang seperti rizki pritasari. tapi it’s oke mumpung Reni menyukaiku. kami ngobrol dan seperti pertemuan pertama gadis ini memang memikat saat sedang “ribut”.

sepanjang pertemuan itu Reni tidak menolak sewaktu kupegang tangannya, menyentuh kakinya. dia bahkan melap muluntuku yang katanya belepotan saos. mendapat angin aku makin yakin kalau ia memang menyukaiku. aku mengantarnya pulang kekontrakannya di cibubur juga (orang tuanya tinggal di cengkareng). Reni memintaku singgah sebentar.kuterima ajakannya. rumahnya kecil ruangnya ada tiga seperti umumnya kontrakan di jakarta.

suasana romantis yang sudah tercipta sejak di mall cijantung tadi membuat udara di ruang tamu menyesakkan dadaku. situasi rumah memancing kelakianku. aku harus mengakhiri pertemuan ini dengan kesan yang dalam. mata Reni menatapku berharap aku memulai sesuatu. aku pura-pura mau kekamar kecil. Reni mengantarku kedalam. ia berjalan didepanku. sampai diruang tengah yang adalah kamar tidurnya, kutarik tangannya, tubuh kami berhadapan.

“kenapa mas?” aku tak menjawab pertanyaannya, kutarik tubuhnya, tdk ada perlawanan. kucium bibirnya , kukulum lembut, terasa aroma burger dimulutnya.

bibirnya yang seksi terasa manis. Reni mulai membalas kulumanku, lidahku menusuk menjelajahi mulutnya. tubuhku terangsang pengakuan Reni, ia belum pernah bercinta, jadinya aku merasa tertantang untuk membimbing dan memberinya kepuasan yang tak akan terlupa. lama kami berpagut, Reni menikmati pagutan panas kami. aku merasakan tubuhnya memanas.

kulepas t-shirtnya, Reni menurut. bh Reni berwarna pink, seperti yang kubayangkan susunya sedang. agak menyembul karena bh-nya yang agak ketat. kujilati lehernya Reni menggelinjang kegelian.

“EHHHH…GELI MAs” pelukan Reni mengencang. ia mendesah-desah lembut,

“AAAHH….. AAAHHHH…..tubuhnya bergerak-gerak erotis dlm pelukanku membuat nafsuku terus bergerak naik.

kulepas jeans-nya, Reni pasrah dia bahkan membantuku melepas celananya. cd berwarna hitam,

“hhhmmm… warna kusuka, seksi…” kubimbing tubuhnya ke kasur yang terletak diujung ruangan, (Reni tdk punya ranjang) kurebahkan tubuhnya. aku tersenyum menatapnya. Reni membelai rambuntuku.

“aku mencintaimu Reni…”rayuku menciumi wajahnya

“Reni juga mas… ” aku mulai bergerilya diatas tubuhnya kujilati lagi lehernya, bagian tubuh wanita yang paling gampang membuat membuat mereka kegelian.

kutelusuri dadanya menuju belahan susunya. tanganku masuk kebalik bh-nya. kucubit nakal putingnya, Reni meringis, mencubit pundakku. kulepas bh-nya. sekarang semua terpampang indah dihadapanku.

kunikmati susu itu, Reni mengelinjang keenakan. darahku mendidih aku turun menjilati, menciumi perutnya, kami terbawa suasan panas. yang aku heran kok Reni membiarkan pintu rumahnya terbuka dan tdk takut ketahuan org lain.

yang aku perhatikan ada beberapa rumah lain dekat sini aku sampai di atas selangkangannya. kutarik turun pelan cd-nya tangan Reni berhenti mremas-remas rambuntuku. dia seperti menunggu sesuatu. pelan tapi pasti kulorotkan sampai cd-nya terlepas. kusergap selangkangannya dengan wajahku.

vaginanya kuoral. sedikit terpekik Reni menjambak rambuntuku. jambakan Reni membuatku bergairah. kuisap, jilat bibir vagina dan klitorisnya. lidahku menelusup masuk keliangnya. Reni menggelinjang, mengejang. dan bergetar bergantian desahannya berubah menjadi erangan cepat.

EEENNNGGGHHHHH………RRRRRR RGGGGGGHHHHHHHHH …. .. MASSSS…….. OGGHHH….” nafasku memburu, vagina Reni terasa gurih.

Tubuhku ikut bergetar. nikmatnya vagina ini rasanya lebih nikmat dari vagina istriku yang mulai longgar setelah melahirkan. dengan sigap kubuka semua pakaianku, sekarang akupun telanjang bulat. kaki Reni menjepit-jepit kepalaku. gadis ini terangsang hebat. tapi rasanya tidak adil kalau ia terbang sendiri. kuputar tubuhku menjadi gaya 69. penisku yang tegang mengacung di wajahnya. Reni shock sewaktu melihat penisku, ia terdiam, mungkin tdk tahu harus melakukan apa.

pegang terus diremas sayang” ajarku. agak lama baru Reni mau meremas-remas penisku. enak ada sensasi nikmat menyerangku.

rasanya lebih nikmat dr pada kuremas sendiri atau istriku yang meremasnya. pantatku bergoyang mengikuti gerak jari-jari Reni. lama-kelamaan remasan Reni makin pintar dan lincah. penisku menegang terus dan terasa panas. kuteruskan oralku di vaginanya, Reni makin semangat memaini batang kejantananku. vaginanya basah oleh liur dan lendir. aku sendiri tidak tahan lagi,

isap sayang…” pintaku dengan nada memelas. mungkin dlm keadaan fly, Reni menurut saja, dilahapnya penisku.

pertama agak pelan ragu, tapi kemudian Reni jadi buas. aku sulit menggambarkan rasa apa yang sedang menyerang tubuhku. luarbiasa. kami berpacu saling memuaskan. gadis itu tdk perlu diajar banyak untuk menikmati anugerah seks ini.

penisku terasa penuh terasa maniku mulai mengaliriku batangku. sesaat gerakan Reni menggila dan tangannya berhenti meremas penisku. dia akan orgasme. kuhentikan permainan binal kami. kuputar tubuhku ke posisi tradisional, Reni tampaknya keberatan. wajahnya kelu nikmat.

jangan berhenti mas….” suaranya berat. nafasnya tersenggal.

“kenapa sayang…?” enak ya..?” godaku Reni mengangguk malu sambil menggigit dadaku. aku tersentak,

“jangan sayang nanti dilihat istriku”, tapi terlambat bekas merah halus tergambar didadaku.

“kubalas kau..” kuisap belahan susunya, keras.. cupang merah kini menghiasi susunya.

“kita harus bercinta sebelum cupangmu hilang”

“kalo tidak ada bencana yang bakal menimpa kita” kataku.

“Ngarang..” sambil agak menindih tubuhnya, kubelai rambutnya.

“bolehkah perawanmu untukku sayang?”

“memangnya Reni masih perawan skrg mas?” wajahnya agak heran.

“vaginamu dioral tdk berarti keperawananmu hilang”

“tdk ada darah, yang ada hanya lendirmu” Reni memelukku,

“aku suka pada mas sejak pertemuan pertama dan tiga bulan ini telah jatuh cinta padamu mas”.

“sekarang aku telanjang dihadapanmu, semua milikmu mas”

“aku sudah beristri” kataku

“aku tidak cemburu padanya” jawabnya polos.

inilah wanita, mereka memberi seks agar mendapatkan cinta. sedang pria memberi cinta untuk mendapatkan seks. kuciumi wajahnya, Reni membalas. birahi kami kembali bangkit. kulit kami bergesekan membawa sensasi nikmat. susunya hangat lembut dan kenyal menggosok dadaku.

OOOOGGGGHHHHHHHHH…..” aku mengerang nikmat kami kembali tenggelam dlm kemesuman. Reni mengerang sewaktu jariku menusuk vaginanya yang banjir.

kukocok tdk terlalu dalam, aku tdk ingin merobek selaputnya, biar penisku yang merobeknya.

“MAS….. ENAKKKK… suaranya lirih. tubuh Reni mmemanas, akupun mendidih. kutuntun tangannya memegang penisku.

“bantu mas masuk ke vaginamu sayang..” Reni meremas penisku dan mengarahkan ke vaginanya.

alat kelamin kami bersentuhan. kepala batangku menyentuh bibir vaginanya. inilah pertamakali kami seutuhnya bersatu. kudorong masuk penisku yang mengeras seperti batu. mata Reni terpajam sambil menggigit bibirnya. pelan… pelan… tertahan. vagina yang basah dan sudah terbuka itu masih sempit untuk di masuki kutarik keluar kemudian masuk, terus berulang

“AAAGGGHH…’AAAGGGHH” “AAAGGGGHHHH” Reni berteriak tertahan setiap kali penisku mengocoknya.

“SAKIT MAAASSS…”suaranya bercampur sakit dan enak

“JANGANNN…” tangannya menahan pantatku terus kukocok, pantatnya bergerak maju mundur.

bercak darah segar menempel di penisku. akhirnya aku mendapat keperawanannya. lewat 5 menit…

“SLEEEPPP….” penisku tertanam.

“OOOGGGHHHH….”nikmatnya penisku tertanam, dinding nya mengendut hangat, sebisa mungkin kutancapkan penisku sampai menyentuh dasar liangnya.

Liang Reni sempit tapi dalam, penisku yang panjangnya sedang saja sekitar 15-16 cm tenggelam semua. tubuh Reni mengejang bergetar, ia menggigit lagi dadaku kali ini agak dekat leher. tapi krn sedang fly aku tidak peduli. setelah beberapa saat kami meresapi setiap butir kenikmatan. aku mulai mengocok vaginanya. kami berburu dalam nafsu birahi. aku seperti seorang joki yang duduk diatas kuda. sementara Reni menggelepar-gelepar seperti ikan kehabisan air. kamar Reni penuh dengan bau mani, nafas yang memburudan erangan.

“PLAKK…CEEPLAK…CEPLAK. ..” suara air dan kulit bertepukan

“OGGH…OGH..OGH.. hanya itu yang keluar dr muluntuku berulang ulang.

pikiranku tersumbat tubuhku melayang kesurga.

Reni tambah membuatku bersemangat mencabulinya dengan suaranya yang merengek, mengerang nikmat. berkali-kali ia menceracau tak karuan.

“HHOOOOOOGHHH……..MMMAAAAAS S…. EENNAAAKKK…. SAAA…KKKIITTT… “EEvVV… LLAAGGIII……..”

“NNNNNNNGGGGGGGGHHHHHHH……. .” setelah 10 menit yang rasanya seperti sepuluh thn.

tubuh Reni mengejang terdiam, suaranya tersendat-sendat, “EGH…EGH…EGH…” Reni memelukku erat. Reni hampir sampai. kupercepat kocokanku tubuhku ikutan bergetar hebat. terasa maniku mengaliri penisku, sebentar lagi aku akan meledak. rasa nikmat menjalar dari batang penisku kepaha sampai ujung jariku, mengalir kesekujur tubuhku. inilah rasa yang sampai skrg tidak bisa dijelaskan dan tak bernama. geli, nikmat, ingin menangis, lemas bercampur aduk. Reni melenguh panjang,

“EEENNNNGGGGHHHHHH………… …..” akupun menyusulnya,

“EENNNGGGHHHHHHHHH…….. …” kami orgasme bersama. kami berpelukan.

aku tetap menindihnya tak ingin mencabut senjataku dari liangnya.

kuseka keringat di wajahnya, wajahnya tersenyum manis memencarkan kenikmatan yang tiada tara.

“terima kasih sayang”,Kau wanita yang hebat”

“kau membawaku kesurga”, kukecup keningnya

“mas aku cinta kau..jangan tinggalkan aku”suaranya lemah setelah kejadian malam itu, aku menunggu untuk menidurinya lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cerita19 © 2015 Frontier Theme